Ketika berbicara tentang sarapan klasik Prancis, Pain au Chocolat selalu bersanding dengan Croissant. Secara harfiah berarti “roti dengan cokelat,” kudapan berbentuk persegi panjang ini adalah perwujudan kegembiraan sederhana: lapisan adonan flaky yang beraroma mentega membungkus dua batang cokelat hitam yang meleleh saat dipanggang.

Meskipun sering secara keliru disebut “Chocolate Croissant,” Pain au Chocolat memiliki identitasnya sendiri yang kuat dalam kategori Viennoiserie (roti manis yang diperkaya mentega dan ragi).

Warisan Viennoiserie dan Kontroversi Nama

Seperti Croissant, Pain au Chocolat menggunakan adonan berlapis yang sama, yaitu pâte feuilletée levée (adonan puff pastry beragi), yang diperkenalkan di Paris oleh August Zang dari Austria pada abad ke-19.

Namun, yang menarik adalah perdebatan sengit tentang namanya di Prancis:

  • Pain au Chocolat: Digunakan secara luas di Paris, Prancis Utara, dan Tengah.
  • Chocolatine: Istilah dominan yang digunakan di Prancis Barat Daya (seperti Toulouse dan Bordeaux) dan Quebec, Kanada.

Terlepas dari nama yang digunakan, inti dari makanan ini tetap sama: persegi panjang adonan berlapis yang selalu berisikan dua batang cokelat hitam (batons de chocolat) yang terletak di tengah sebelum digulung.

Arsitektur Lapisan dan Cokelat

Kunci dari Pain au Chocolat yang sempurna terletak pada dua elemen:

  1. Teknik Laminasi (Lamination): Sama seperti Croissant, adonan Pain au Chocolat memerlukan proses melipat mentega ke dalam adonan secara berulang-ulang, yang disebut laminasi. Proses ini menciptakan ratusan lapisan adonan dan mentega. Saat dipanggang, mentega menciptakan uap, memisahkan lapisan, dan menghasilkan tekstur yang sangat renyah dan ringan di luar.
  2. Kualitas Cokelat: Pemilihan cokelat sangat krusial. Patissier menggunakan cokelat batang khusus yang memiliki kadar kakao tinggi agar cokelat dapat mempertahankan bentuknya sedikit tetapi tetap meleleh lembut di dalam tanpa gosong saat adonan selesai dipanggang. Cokelat yang meleleh ini memberikan kekayaan dan kelembapan pada pusat kudapan.

Pain au Chocolat adalah kudapan yang paling nikmat disantap saat masih hangat, ketika lapisannya mengeluarkan bunyi “krek” renyah saat digigit, dan cokelat di dalamnya masih meleleh.

Lebih dari Sekadar Sarapan

Meskipun secara tradisional dinikmati sebagai sarapan atau sebagai camilan sore (goûter) untuk anak-anak, Pain au Chocolat telah menjadi simbol kelezatan Prancis yang dicintai dunia. Keindahan Pain au Chocolat adalah perpaduan kontras yang sempurna: mentega gurih pada adonan berpadu dengan cokelat manis yang intens.